KENYATAAN HIDU YANG MEMILUHKAN

Kenalin nama saya Hidayat, selalu di sapa dengan nama Dayat dan saya mempunyai dua saudara laki-laki.
saya hidup dan besar di rantauan orang dan tak memiliki apa-apa sama sekali, yang gua punya hanya percaya diri aja dan modal keberanian.
semasa kecil saya gak pernah rasain yang namax kasih sayang dari orang tua karena orang tua saya cerai disaat usia saya masi anak2 waktu itu saya masi berumur 6 tahun.

  Tahun 1999 mama pindak ke selawesi tengah bersama keluarga besarnya, saya dan adik2 pun ikut bersama mereka.
waktu itu masa kerusuhan poso tahun 1999 kami menempuh jalan dari sulawesi selatan ke sulawesi tengah, menggunakan mobil Buss melewati jln darat trans sulsel selama 2 hari 3 malam.

Setelah kami tiba di tempat tujuan saya pun berfikir bahwa disinilah saya akan dibesarkan sampai saya bisa berbakti kepada orang tua, namau pikiran itu salah.
karena kami pindah lagi ke daerah yang lain yang mana kami di didik di pesantren bersama ana2 lainnya.

 Tahun 2002 mama membawaku bersama adikku yang paling kecil ke sulsel kembali, kami di titipkan di Pesentren tanpa sepengetahuan kami.
sayapun bersama adik hidup di pesantren selama beberapa tahun, tapi semua itu tidak berjalan lancar kare saya adala karakter orang yang sangat keras dan mempunyai keberanian yg sangat besar.
dengan penuh rasa kesedihan saya melarikan diri dari pesantren itu dan meninggalkan adik saya seorang disana, beberapa minggu kemudian, saya pergi mencari adik saya di sekolahnya dan membawax ikut bersama saya.
kamipun berdua hidup di tengah hutan Jati tidak jauh dari sekolah adik saya.
demi mempertahankan hidup bersama adik saya, maka saya memanfaatkan umbi2an dari kebun warga yang tidak jauh dari tempat saya tinggal.
ditempat yang kami tinggali hanya beralaskan kain sarung dan atap terbuat dari rumput alang-alang tanpa dinding.
kami tinggal di hutan selama 2 minggu tanpa merasakan dinginnya agin malam dan kelaparan.

Beberapa hari kemudia ada seorang anak2 yang bermain di dekat tempat kami tinggal, sayapun bersama adik saya pergi melihat mereka bermain, dan mereka mengajak kami bermain.
kamipun ikut bermain bersama-sama tanpa ada rasa malu atau minder, setelah beberapa jam kemudian kamipun mulai isterahat karena sudah kelelahan. tiba di antara salah satu dari mereka bertanya kepada kami, kalian tinggal dimana? sayapun menjawab kami tinggal di dekat sini.
mereka bingung karena dibagin itu tidak ada perumahan warga, laku saya menjelaskan bahwa kami tinggal di hutan sudah sekitar 2 minggu karena melarikan diri dari pesantren.

Disaat mendengar jawaban saya merekapun terdiam dan tiba2 ada yang berkata ikut ke rumah saya! sayapun berfikir apakah orang tua teman saya mau menerima kami berdua tinggal di rumahnya.
lalu saya menolak dan berkata Terima Kasih biar kami tinggal disini.
merekapun pulang ke rumah masing2 karena waktu sudah mulai sore, saya dan adikku kembali ke tempat tinggal yg sangat sederhana itu. dipagi hari sekitar pkl. 11.40 wita terdengar suara terikan seorang anak kecil dan orang dewasa, ternyata anak itu bersama keluarganya mencari kami berdua.
kamipun membalas teriakan itu dan mereka menghampiri kami di tempat yang kami tinggali.
panggil saja mambi untuk teman kecil saya itu, dia berkata kepada bapaknya ini adalah teman main saya yg sudah saya ceritakan kepada Bapak, mereka tinggal di hutan ini tanpa ada siapapun kecuali mereka berdua.
Bapaknya lalu bertanya kepada saya Nak orang tua kalian dmn? saya hanya menjawab mama saya di kalimantan dan bapak tdk tau dmn karena saya hanya ditinggalkan di Pesantren bersama adik saya.
saya menceritakan asal usul dan kehidupan saya selama terpisah dari orang tua, Bapak itupun tidak sadar lalu meneteskan air mata karena terharu.
kami berdua pun di ajak tinggal di rumah mereka, tanpa ragu2 saya meng iyakan dan mengikuti mereka ke rumahnya yaitu jaraknya sekita 1/2 km dari tempat kami tinggal.
singkat cerita,
setelah 1 tahun berlalu kami tinggal di rumah bapak tersebut kami berdua pun di sekolahkan di sekolah dasar, waktu itu saya Duduk di bangku Kls 4 SD sedangkan adik saya Kls 2 SD.

Tahun 2004 saya memutuskan untuk pergi mencari Bapak saya dan menitipkan adik saya kepada orang tua angkat saya itu, pada hari itu saya pergi meninggalkan adik saya dengan kesedihan yang mendalam tapi apa boleh buat saya harus mencari bapak kandung saya.
setelah sampai di di kampung bapak kandung saya, saya tersesat karena belum tau daerah tersebut.
saya bertanya kepada orang di sekitar saya pun mereka tidak tau karena tempat tersebut sangat luas.
jam demi jam saya berjalan sepanjang pinggiran jalan dan bertemu seorang ibu, Ibu itu lalu berkata nak mau kemana? sayapun menjawab, saya mencari Bapak saya. Ibu : bapakmu tinggal dimana saya menjawab dia tinggal Di lanipa tapi saya lupa itu dibagian mana? Ibu itu berkata owh.. masi jauh dari sini kalau jalan kaki naik ojek aja! saya menjawab, saya sudah tidak punya ongkos lagi jadi biarlah saya jalan.
ibu itu lalu memanggil ojek dan berkata nanti saya yg bayarin, om ojek pun datang dan ibu itu berkata tolong antar ke kampung sebelah, anak ini mencari Bapaknya. sayapun bergegas naik ojek dan berterima kasi kepada ibu yang sudah berbaik hati kepada saya itu.
setelah beberapa meni kamipun tiba di kampung Bapak saya, dan saya langsung turun menanyakan rumah Bapak saya.
sayapun mendapat alamatnya dan menuju kesana.
sesampainya disana mala Bapak saya tidak mengenal anak kandungx sendiri karena sudah tua.

Bersambung........

tunggu kisah selanjutnya akan saya tuliskan setiap minggu di Blog saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini adalah kisa nyata yang saya alami